{"id":105321,"date":"2026-08-18T10:54:20","date_gmt":"2026-08-18T03:54:20","guid":{"rendered":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/?p=105321"},"modified":"2026-08-18T10:54:20","modified_gmt":"2026-08-18T03:54:20","slug":"perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/","title":{"rendered":"Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya?"},"content":{"rendered":"<p><strong>perbedaan pemain diaspora dan naturalisasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah enggak sih kamu lagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scrolling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sosmed, atau nonton siaran langsung Tim Nasional Indonesia, terus mendadak bingung sama perdebatan para pencinta sepak bola nasional?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada yang bilang, &#8220;Dia kan pemain diaspora, bukan naturalisasi biasa!&#8221; Tapi di sisi lain, ada juga yang nyeletuk, &#8220;Sama aja kali, kan sama-sama pegang paspor luar negeri dulunya!&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sebagai generasi yang kritis dan hidup di era keterbukaan informasi, topik seputar perbedaan pemain diaspora dan naturalisasi ini super seru buat dibedah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena mendatangkan talenta hebat dari luar negeri untuk memperkuat Timnas Indonesia memang terbukti melipatgandakan performa olahraga kita di kancah Asia hingga dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi secara terminologi hukum, sosiologi, dan aturan regulasi FIFA, kedua istilah ini punya makna dan latar belakang yang sangat berbeda, Grameds!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biar kamu makin paham dan enggak keliru lagi saat berdiskusi di tongkrongan atau media sosial, yuk kita kupas tuntas perbedaan pemain diaspora dan naturalisasi secara detail, akurat, dan komprehensif di artikel ini!<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#Memahami_Pengertian_Dasar_Diaspora_vs_Naturalisasi\" title=\"Memahami Pengertian Dasar: Diaspora vs Naturalisasi\">Memahami Pengertian Dasar: Diaspora vs Naturalisasi<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#1_Apa_Itu_Pemain_Diaspora\" title=\"1. Apa Itu Pemain Diaspora?\">1. Apa Itu Pemain Diaspora?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#2_Apa_Itu_Pemain_Naturalisasi\" title=\"2. Apa Itu Pemain Naturalisasi?\">2. Apa Itu Pemain Naturalisasi?<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#Perbedaan_Utama_Pemain_Diaspora_dan_Naturalisasi\" title=\"Perbedaan Utama Pemain Diaspora dan Naturalisasi\">Perbedaan Utama Pemain Diaspora dan Naturalisasi<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#1_Garis_Keturunan_Bloodline_Jus_Sanguinis\" title=\"1. Garis Keturunan (Bloodline \/ Jus Sanguinis)\">1. Garis Keturunan (Bloodline \/ Jus Sanguinis)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#2_Jalur_Hukum_dan_Aturan_Regulasi_FIFA\" title=\"2. Jalur Hukum dan Aturan Regulasi FIFA\">2. Jalur Hukum dan Aturan Regulasi FIFA<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#3_Ikatan_Emosional_dan_Identitas_Kultur\" title=\"3. Ikatan Emosional dan Identitas Kultur\">3. Ikatan Emosional dan Identitas Kultur<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#4_Usia_Saat_Bergabung_dengan_Tim_Nasional\" title=\"4. Usia Saat Bergabung dengan Tim Nasional\">4. Usia Saat Bergabung dengan Tim Nasional<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#5_Latar_Belakang_Pembinaan_dan_Akademi_Sepak_Bola\" title=\"5. Latar Belakang Pembinaan dan Akademi Sepak Bola\">5. Latar Belakang Pembinaan dan Akademi Sepak Bola<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#Sejarah_Singkat_Kebijakan_Pemain_Luar_Negeri_di_Indonesia\" title=\"Sejarah Singkat Kebijakan Pemain Luar Negeri di Indonesia\">Sejarah Singkat Kebijakan Pemain Luar Negeri di Indonesia<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#Era_Gelombang_Pertama_2010-2019_Fokus_Naturalisasi_Murni\" title=\"Era Gelombang Pertama (2010\u20132019): Fokus Naturalisasi Murni\">Era Gelombang Pertama (2010\u20132019): Fokus Naturalisasi Murni<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#Era_Gelombang_Kedua_2020-Sekarang_Akselerasi_Diaspora_Keturunan\" title=\"Era Gelombang Kedua (2020\u2013Sekarang): Akselerasi Diaspora Keturunan\">Era Gelombang Kedua (2020\u2013Sekarang): Akselerasi Diaspora Keturunan<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#Tabel_Perbandingan_Singkat_Pemain_Diaspora_vs_Naturalisasi\" title=\"Tabel Perbandingan Singkat: Pemain Diaspora vs Naturalisasi\">Tabel Perbandingan Singkat: Pemain Diaspora vs Naturalisasi<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#Mengapa_Istilah_Pemain_Diaspora_Lebih_Disukai\" title=\"Mengapa Istilah &#8220;Pemain Diaspora&#8221; Lebih Disukai?\">Mengapa Istilah &#8220;Pemain Diaspora&#8221; Lebih Disukai?<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#1_Menghargai_Hak_Identitas_Bloodline\" title=\"1. Menghargai Hak Identitas Bloodline\">1. Menghargai Hak Identitas Bloodline<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#2_Menghindari_Stigma_Instan\" title=\"2. Menghindari Stigma &#8220;Instan&#8221;\">2. Menghindari Stigma &#8220;Instan&#8221;<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#Aturan_dan_syarat_Perpindahan_Asosiasi_Pemain_Sepak_Bola_Sesuai_Regulasi_dan_Statuta_FIFA\" title=\"Aturan dan syarat Perpindahan Asosiasi Pemain Sepak Bola Sesuai Regulasi dan Statuta FIFA\">Aturan dan syarat Perpindahan Asosiasi Pemain Sepak Bola Sesuai Regulasi dan Statuta FIFA<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#1_Kriteria_Dasar_Kelayakan_Eligibility\" title=\"1. Kriteria Dasar Kelayakan (Eligibility)\">1. Kriteria Dasar Kelayakan (Eligibility)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#2_Syarat_Pengajuan_Pindah_Asosiasi_Change_of_Association\" title=\"2. Syarat Pengajuan Pindah Asosiasi (Change of Association)\">2. Syarat Pengajuan Pindah Asosiasi (Change of Association)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#3_Prosedur_Administrasi_dan_Verifikasi\" title=\"3. Prosedur Administrasi dan Verifikasi\">3. Prosedur Administrasi dan Verifikasi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#Kesimpulan\" title=\"Kesimpulan\">Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memahami_Pengertian_Dasar_Diaspora_vs_Naturalisasi\"><\/span><strong>Memahami Pengertian Dasar: Diaspora vs Naturalisasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum kita masuk ke perbedaan teknis di lapangan, cara paling mendasar untuk memahami topik ini adalah dengan melihat definisi dari masing-masing kata tersebut.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Apa_Itu_Pemain_Diaspora\"><\/span>1. Apa Itu Pemain Diaspora?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata &#8220;diaspora&#8221; berakar dari bahasa Yunani Kuno, yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">diaspeirein<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> = melintasi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">speirein<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> = menyebar benih). Dikutip dari kajian sosiologi sosiopolitik, diaspora merujuk pada masyarakat atau keturunan suatu bangsa yang tinggal dan berkembang di luar tanah air leluhurnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks olahraga, pemain diaspora adalah atlet yang lahir, tumbuh, atau membina karier di luar negeri, tetapi memiliki garis keturunan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bloodline<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) darah Indonesia yang sah. Garis keturunan ini bisa berasal dari ayah, ibu, kakek, atau nenek mereka yang lahir di wilayah Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara biologis dan budaya, mereka sudah memiliki &#8220;ikatan darah&#8221; (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jus sanguinis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dengan Indonesia sejak lahir, meskipun secara kewarganegaraan mereka memegang paspor negara lain (seperti Belanda, Inggris, atau Belgia) karena lahir di sana.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Apa_Itu_Pemain_Naturalisasi\"><\/span>2. Apa Itu Pemain Naturalisasi?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, kata &#8220;naturalisasi&#8221; diserap dari bahasa Latin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">naturalis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (berarti bersifat alamiah\/menurut kodrat).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, istilah resmi naturalisasi adalah pewarganegaraan, yaitu proses hukum bagi warga negara asing (WNA) untuk memperoleh status Kewarganegaraan Republik Indonesia (KRI).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia olahraga, pemain naturalisasi adalah murni pemain asing (WNA) yang tidak memiliki garis keturunan darah Indonesia sama sekali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka mendapatkan paspor Indonesia melalui jalur hukum setelah memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti telah menetap dan berkarier di liga Indonesia dalam jangka waktu yang sangat lama (biasanya minimal 5 tahun berturut-turut).<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Utama_Pemain_Diaspora_dan_Naturalisasi\"><\/span>Perbedaan Utama Pemain Diaspora dan Naturalisasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar makin jelas, mari kita ulas perbedaan pemain diaspora dan naturalisasi ke dalam lima poin kriteria utama berikut ini:<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Garis_Keturunan_Bloodline_Jus_Sanguinis\"><\/span>1. Garis Keturunan (<i>Bloodline \/ Jus Sanguinis<\/i>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pemain Diaspora<\/strong>: Memiliki hubungan darah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jus sanguinis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang jelas dan sah secara silsilah keluarga. Ayah, ibu, kakek, atau nenek mereka merupakan WNI asli atau lahir di tanah Indonesia. Contohnya seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, atau Maarten Paes.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pemain Naturalisasi<\/strong>: Sama sekali tidak memiliki ikatan darah atau garis keturunan Indonesia. Leluhur mereka murni berasal dari negara asal mereka (misalnya Brasil, Montenegro, atau Uruguay). Contohnya seperti Cristian Gonz\u00e1les, Alberto &#8220;Beto&#8221; Gon\u00e7alves, atau Ilija Spasojevi?.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Jalur_Hukum_dan_Aturan_Regulasi_FIFA\"><\/span>2. Jalur Hukum dan Aturan Regulasi FIFA<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari statuta resmi FIFA mengenai pemindahan asosiasi sepak bola (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Eligibility to Play for Representative Teams<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), terdapat syarat khusus agar seorang pemain bisa membela tim nasional baru:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pemain Diaspora:<\/strong> Proses kepindahannya jauh lebih lancar dan cepat dari sudut pandang FIFA. Selama sang pemain dapat membuktikan akta kelahiran orang tua atau kakek-neneknya yang lahir di Indonesia, FIFA akan langsung menyetujui perpindahan federasinya (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eligibility<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pemain Naturalisasi (Non-Keturunan)<\/strong>: Regulasi FIFA menerapkan syarat yang jauh lebih ketat untuk mencegah pendaftaran pemain asing secara instan. Pemain asing tanpa garis keturunan wajib menetap dan bermain di negara tersebut secara terus-menerus minimal selama 5 tahun setelah berusia 18 tahun.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Ikatan_Emosional_dan_Identitas_Kultur\"><\/span>3. Ikatan Emosional dan Identitas Kultur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pemain Diaspora<\/strong>: Meskipun tumbuh besar di Eropa atau benua lain, banyak pemain diaspora yang dibesarkan dengan cerita, kuliner khas (seperti nasi goreng atau rendang), dan tradisi Indonesia dari orang tua atau nenek mereka. Rasa memiliki (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sense of belonging<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) terhadap tanah luhur sudah tertanam sejak kecil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pemain Naturalisasi:<\/strong> Ikatan emosional tumbuh seiring berjalannya waktu (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">acquired identity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Rasa cinta pada Indonesia baru terbentuk setelah mereka bertahun-tahun tinggal, bermain di klub lokal, berinteraksi dengan suporter, dan beradaptasi dengan budaya Indonesia.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Usia_Saat_Bergabung_dengan_Tim_Nasional\"><\/span>4. Usia Saat Bergabung dengan Tim Nasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pemain Diaspora:<\/strong> Banyak yang diproses dan dipanggil membela Timnas di usia yang masih sangat muda atau usia emas karier (sekitar 19 hingga 26 tahun). Hal ini lantaran mereka tidak perlu menunggu syarat tinggal 5 tahun di kompetisi lokal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pemain Naturalisasi:<\/strong> Umumnya baru resmi memegang paspor Indonesia di usia yang sudah matang atau senior (sekitar 30 tahun ke atas). Penyebabnya tidak lain karena mereka harus menghabiskan waktu bertahun-tahun terlebih dahulu untuk memenuhi syarat residensi 5 tahun berturut-turut di Liga Indonesia.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Latar_Belakang_Pembinaan_dan_Akademi_Sepak_Bola\"><\/span>5. Latar Belakang Pembinaan dan Akademi Sepak Bola<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pemain Diaspora:<\/strong> Kebanyakan menempa ilmu sepak bola sejak dini di akademi-akademi sepak bola papan atas Eropa (seperti di Belanda, Inggris, atau Belgia) dengan standar fasilitas dan taktik yang sangat modern.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pemain Naturalisasi:<\/strong> Mendapat pembinaan awal di negara asal mereka (seperti di kawasan Amerika Latin atau Eropa Timur), kemudian mematangkan karier profesionalnya di liga-liga Asia atau Liga Indonesia.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Singkat_Kebijakan_Pemain_Luar_Negeri_di_Indonesia\"><\/span>Sejarah Singkat Kebijakan Pemain Luar Negeri di Indonesia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kita menengok sejarah peradaban dan olahraga dunia, pemanfaatan atlet dari luar negeri untuk memperkuat skuad nasional bukanlah hal yang baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari catatan sejarah olahraga nasional, Indonesia sendiri sudah mengenal konsep naturalisasi sejak era 1950-an.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa itu, beberapa pemain keturunan Tionghoa dan Eropa yang tinggal di Indonesia dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia di ajang Asian Games dan Kualifikasi Olimpiade.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, dinamika modern baru benar-benar meledak pada tahun 2010. Mari kita cermati perkembangannya:<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Era_Gelombang_Pertama_2010-2019_Fokus_Naturalisasi_Murni\"><\/span>Era Gelombang Pertama (2010\u20132019): Fokus Naturalisasi Murni<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di era ini, fokus pemerintah dan PSSI lebih banyak memberikan paspor Indonesia kepada pemain asing yang sudah lama merumput di kompetisi Liga Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama-nama legendaris seperti Cristian Gonz\u00e1les (Uruguay) dan Victor Igbonefo (Nigeria) menjadi pionir. Jalur ini terbukti memberikan dampak instan pada performa Timnas Indonesia di Piala AFF 2010.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Era_Gelombang_Kedua_2020-Sekarang_Akselerasi_Diaspora_Keturunan\"><\/span>Era Gelombang Kedua (2020\u2013Sekarang): Akselerasi Diaspora Keturunan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memasuki dekade 2020-an, strategi PSSI bergeser secara signifikan. Pemerintah dan federasi lebih fokus mendata dan mengajak para pemain diaspora berkualitas tinggi yang merumput di kompetisi kasta teratas Eropa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui skema <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naturalisasi Istimewa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Pasal 20 UU No. 12\/2006), para pemain berdarah Indonesia diproses agar dapat segera memperkuat Merah Putih tanpa harus mengorbankan waktu bertahun-tahun di liga domestik.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tabel_Perbandingan_Singkat_Pemain_Diaspora_vs_Naturalisasi\"><\/span>Tabel Perbandingan Singkat: Pemain Diaspora vs Naturalisasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biar makin gampang dipahami dan enak dibaca, yuk cermati tabel ringkasan perbandingan di bawah ini, Grameds:<\/span><\/p>\n<table style=\"width: 112.817%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; width: 22.3944%;\"><b>Aspek Pembeda<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center; width: 44.3662%;\"><b>Pemain Diaspora<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center; width: 44.6479%;\"><b>Pemain Naturalisasi (Pure Foreign)<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 22.3944%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Garis Keturunan<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.3662%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki ikatan darah Indonesia (Ayah\/Ibu\/Kakek\/Nenek).<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.6479%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak memiliki garis keturunan darah Indonesia.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 22.3944%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Syarat Utama FIFA<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.3662%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukti dokumen akta lahir keturunan Indonesia.<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.6479%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wajib tinggal &amp; bermain di negara tersebut minimal 5 tahun.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 22.3944%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Usia Saat Masuk Timnas<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.3662%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cenderung berusia muda \/ usia emas (19\u201326 tahun).<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.6479%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cenderung berusia matang \/ senior (30+ tahun).<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 22.3944%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akademi Pembinaan<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.3662%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayoritas tempaan akademi elite Eropa\/Luar Negeri.<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.6479%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembinaan negara asal &amp; pematangan di liga domestik.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 22.3944%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Proses Administrasi<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.3662%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih cepat verifikasinya di tingkat FIFA.<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.6479%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Butuh waktu bertahun-tahun untuk memenuhi syarat residensi.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 22.3944%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh Pemain<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.3662%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jay Idzes, Thom Haye, Maarten Paes, Calvin Verdonk.<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.6479%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cristian Gonz\u00e1les, Beto Gon\u00e7alves, Marc Klok.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Istilah_Pemain_Diaspora_Lebih_Disukai\"><\/span>Mengapa Istilah &#8220;Pemain Diaspora&#8221; Lebih Disukai?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa tahun terakhir, istilah &#8220;pemain diaspora&#8221; atau &#8220;pemain keturunan&#8221; lebih sering dan lebih nyaman digunakan oleh publik serta media massa dibandingkan sekadar menyebut mereka &#8220;pemain naturalisasi&#8221;. Kenapa bisa begitu?<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menghargai_Hak_Identitas_Bloodline\"><\/span>1. Menghargai Hak Identitas Bloodline<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebutan diaspora menegaskan bahwa mereka bukanlah &#8220;orang asing&#8221; yang tiba-tiba diberi paspor, melainkan bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia yang kebetulan lahir di luar negeri akibat sejarah migrasi orang tua atau kakek-nenek mereka di masa lalu.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menghindari_Stigma_Instan\"><\/span>2. Menghindari Stigma &#8220;Instan&#8221;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah naturalisasi murni terkadang menyisa stigma seolah-olah negara membeli pemain asing demi prestasi instan. Sebaliknya, kata diaspora menunjukkan semangat panggil jiwa (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">call of the homeland<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dari anak-cucu perantau yang ingin mengabdi pada tanah leluhurnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari Statuta FIFA (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Regulations Governing the Application of the Statutes<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, khususnya Pasal 5 hingga 9), perpindahan asosiasi (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">change of association<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) atau penentuan kelayakan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eligibility<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) seorang atlet untuk membela tim nasional diatur melalui ketentuan ketat guna menjaga integritas kompetisi internasional.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aturan_dan_syarat_Perpindahan_Asosiasi_Pemain_Sepak_Bola_Sesuai_Regulasi_dan_Statuta_FIFA\"><\/span>Aturan dan syarat Perpindahan Asosiasi Pemain Sepak Bola Sesuai Regulasi dan Statuta FIFA<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kriteria_Dasar_Kelayakan_Eligibility\"><\/span>1. Kriteria Dasar Kelayakan (Eligibility)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang pemain diperbolehkan mewakili suatu asosiasi nasional apabila memenuhi satu dari empat ikatan geografis\/kewarganegaraan berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelahiran Pribadi: Pemain lahir secara sah di wilayah kewenangan asosiasi tujuan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Garis Orang Tua: Ayah atau ibu kandung pemain lahir di wilayah asosiasi tujuan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Garis Kakek\/Nenek: Kakek atau nenek kandung pemain lahir di wilayah asosiasi tujuan (memungkinkan garis keturunan hingga 3 generasi).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa Residence (Tinggal Permanen): Pemain menetap di wilayah asosiasi tujuan dalam kurun waktu tertentu:<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Minimal 3 tahun jika mulai menetap sebelum berusia 10 tahun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Minimal 5 tahun jika mulai menetap pada rentang usia 10\u201318 tahun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Minimal 5 tahun berturut-turut jika menetap setelah memasuki usia 18 tahun.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Syarat_Pengajuan_Pindah_Asosiasi_Change_of_Association\"><\/span>2. Syarat Pengajuan Pindah Asosiasi (Change of Association)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari amandemen Statuta FIFA pada Kongres ke-70 (tahun 2020), seorang pemain yang pernah bertanding untuk satu asosiasi di tingkat internasional diperbolehkan mengajukan alih asosiasi satu kali dalam seumur hidup, selama memenuhi ketentuan spesifik berikut:<\/span><\/p>\n<p><strong>A. Pemain Kategori Junior (Level Usia Muda)<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemain pernah merumput di laga resmi (official match) tingkat kelompok umur (U-17, U-20, atau U-23) untuk asosiasi asal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemain sudah memiliki kewarganegaraan dari asosiasi baru ketika mencatatkan penampilan resminya yang pertama bersama asosiasi asal.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>B. Pemain Tanpa Paspor Ganda Saat Debut Junior<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemain belum memegang kewarganegaraan asosiasi baru saat penampilan pertama di tim junior asosiasi asal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemain wajib menghentikan seluruh penampilan resminya bersama asosiasi lama sebelum menginjak usia 21 tahun.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>C. Pemain yang Pernah Membela Tim Nasional Senior (Tim A)<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemain yang sudah mencatatkan penampilan bersama Timnas Senior lama masih dapat beralih ke asosiasi baru jika mematuhi seluruh pembatasan berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemain telah memegang kewarganegaraan asosiasi baru saat melakoni debut di Timnas Senior lama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laga resmi terakhirnya bersama Timnas Senior lama dilakukan sebelum berusia 21 tahun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah penampilan di Timnas Senior lama tidak melebihi 3 pertandingan (baik di ajang resmi maupun laga persahabatan).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Telah melewati masa jeda sekurang-kurangnya 3 tahun sejak penampilan internasional terakhirnya bersama asosiasi lama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak pernah bertanding dalam fase putaran final turnamen utama senior, seperti Piala Dunia FIFA atau turnamen final tingkat konfederasi (misalnya Piala Asia, Euro, atau Copa Am\u00e9rica).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Prosedur_Administrasi_dan_Verifikasi\"><\/span>3. Prosedur Administrasi dan Verifikasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengajuan Resmi: Asosiasi penerima (misalnya PSSI) wajib menyampaikan dokumen permohonan ke FIFA Football Tribunal (Players&#8217; Status Chamber).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dokumen Kelengkapan: Melampirkan paspor resmi, akta kelahiran (pemain, orang tua, atau kakek\/nenek), serta surat verifikasi rekam jejak laga internasional dari federasi lama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Larangan Bertanding: Selama FIFA belum menerbitkan surat keputusan pengesahan (clearance), pemain dilarang keras memperkuat tim nasional asosiasi baru dalam laga internasional resmi mana pun.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, gimana Grameds? Sekarang kamu sudah paham kan apa saja perbedaan pemain diaspora dan naturalisasi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses perpindahan kewarganegaraan para atlet di Indonesia pada dasarnya mengacu pada satu payung hukum yang sama, yaitu proses pewarganegaraan atau naturalisasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, perbedaan mendasar antara pemain diaspora dan pemain naturalisasi murni terletak pada keberadaan ikatan darah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jus sanguinis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Pemain diaspora merupakan atlet yang memiliki hak historis dan biologis berupa garis keturunan Indonesia dari orang tua atau kakek-nenek mereka, meskipun dibesarkan di luar negeri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, pemain naturalisasi murni merupakan warga negara asing yang awalnya tidak memiliki hubungan darah sama sekali dengan Indonesia, tetapi memperoleh paspor Indonesia melalui jalur masa tinggal (residensi) setelah bertahun-tahun merumput di kompetisi domestik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan latar belakang ini melahirkan dinamika tersendiri dari segi regulasi dan ikatan emosional.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pemain diaspora generally dapat diproses lebih cepat di tingkat federasi sepak bola internasional (FIFA) karena bukti keabsahan dokumen keturunan, serta memungkinkan dipanggil pada usia emas atau usia muda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, pemain naturalisasi murni harus melewati proses residensi minimal lima tahun berturut-turut sesuai aturan FIFA sehingga umumnya baru resmi menjadi WNI di usia yang lebih matang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kendati menempuh alur dan latar belakang yang berbeda, keberadaan pemain diaspora maupun pemain naturalisasi murni sama-sama memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas serta daya saing olahraga nasional di kancah internasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, tunggu apa lagi? Langsung saja lengkapi koleksi buku sosiologi, hukum, dan sejarah terbaikmu sekarang juga hanya di<\/span><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Gramedia.com<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">! Nikmati berbagai promo diskon menarik, potongan ongkir, dan kemudahan belanja buku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari mana saja. Selamat membaca dan terus perluas wawasanmu ya, Grameds!<\/span><\/p>\n[vc_row][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Buku Best Seller Novel\" tab_id=\"1609657986694-ec9fcf86-8e01\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-novel-fantasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Novel Fantasi<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/novel-fiksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Novel Best Seller<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/novel-romantis-cinta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Novel Romantis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/novel-fiksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Novel Fiksi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-nonfiksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Novel Non Fiksi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/rekomendasi-novel-terbaru-terbaik-yang-bagus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rekomendasi Novel Terbaik<\/a><\/li>\t\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Artikel Terkait Rekomendasi Fashion\" tab_id=\"1609656944148-f362d048-3421\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/aliran-pagar-nusa-dalam-pencak-silat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Aliran Pagar Nusa dalam Pencak Silat<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/berapa-lama-bola-padel-tahan-digunakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berapa Lama Bola Padel Tahan Digunakan<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tips-pilih-bola-padel-terbaik-untuk-pemula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bola Padel Terbaik untuk Pemula<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-konsisten-workout\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Konsisten Workout<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/gerakan-pendinginan-setelah-olahraga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gerakan Pendinginan Setelah Olahraga<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/7-contoh-gerakan-pemanasan-sebelum-olahraga-untuk-cegah-cedera\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gerakan Pemanasan Sebelum Olahraga<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/interval-lari-panduan-gampang-buat-kamu-yang-mau-lari-lebih-efektif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Interval Lari<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/panduan-jadwal-latihan-pilates-agar-hasil-lebih-maksimal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jadwal Latihan Pilates<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/latihan-kardio-yang-mudah-dilakukan-di-rumah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Latihan Kardio yang Mudah Dilakukan di Rumah<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/12-contoh-latihan-keseimbangan-yang-mudah-dilakukan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Latihan Keseimbangan<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/peregangan-dinamis-untuk-pemanasan-optimal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manfaat Peregangan Dinamis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/manfaat-pilates-untuk-kesehatan-dari-fisik-hingga-mental\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manfaat Pilates untuk Kesehatan<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/manfaat-push-up\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manfaat Push Up<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/manfaat-pull-up\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manfaat Pull Up<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-latihan-kecepatan-dari-nol-hingga-mahir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengenal Latihan Kecepatan<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-sering-dikira-sama-padahal-beda-banget\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pilates-cocok-untuk-siapa-saja-kenali-jawabannya-di-sini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pilates Cocok Untuk Siapa<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/posisi-futsal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Posisi Futsal<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/strategi-permainan-sepak-bola\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Strategi Permainan Sepak Bola<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/urutan-sabuk-karate\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Urutan Sabuk Karate<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/urutan-sabuk-taekwondo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Urutan Sabuk Taekwondo<\/a><\/li>\r\n<\/ul>\r\n\r\n\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>perbedaan pemain diaspora dan naturalisasi &#8211; Pernah enggak sih kamu lagi scrolling sosmed, atau nonton siaran langsung Tim Nasional Indonesia, terus mendadak bingung sama perdebatan para pencinta sepak bola nasional?\u00a0 Ada yang bilang, &#8220;Dia kan pemain diaspora, bukan naturalisasi biasa!&#8221; Tapi di sisi lain, ada juga yang nyeletuk, &#8220;Sama aja kali, kan sama-sama pegang paspor [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533093,"featured_media":105323,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2000,1736],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya? dari Gramedia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya? dari Gramedia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-18T03:54:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/thumb.viva.id\/vivasoccer\/665x374\/2026\/07\/10\/6a50bc49a37e4-9-pemain-diaspora-terancam-absen-di-piala-aff-2026-ini-dampaknya_soccer.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/thumb.viva.id\/vivasoccer\/665x374\/2026\/07\/10\/6a50bc49a37e4-9-pemain-diaspora-terancam-absen-di-piala-aff-2026-ini-dampaknya_soccer.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Vania Andini\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/thumb.viva.id\/vivasoccer\/665x374\/2026\/07\/10\/6a50bc49a37e4-9-pemain-diaspora-terancam-absen-di-piala-aff-2026-ini-dampaknya_soccer.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/thumb.viva.id\/vivasoccer\/665x374\/2026\/07\/10\/6a50bc49a37e4-9-pemain-diaspora-terancam-absen-di-piala-aff-2026-ini-dampaknya_soccer.jpg\",\"width\":\"665\",\"height\":\"374\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/\",\"name\":\"Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-08-18T03:54:20+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-18T03:54:20+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya? dari Gramedia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya?\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682\"},\"headline\":\"Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya?\",\"datePublished\":\"2026-08-18T03:54:20+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-18T03:54:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#webpage\"},\"wordCount\":1983,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/thumb.viva.id\/vivasoccer\/665x374\/2026\/07\/10\/6a50bc49a37e4-9-pemain-diaspora-terancam-absen-di-piala-aff-2026-ini-dampaknya_soccer.jpg\",\"articleSection\":[\"Spot\",\"Trivia\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682\",\"name\":\"Vania Andini\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Vania Andini\"},\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/vannovie\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya?","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya? dari Gramedia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya?","og_description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya? dari Gramedia.","og_url":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2026-08-18T03:54:20+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/thumb.viva.id\/vivasoccer\/665x374\/2026\/07\/10\/6a50bc49a37e4-9-pemain-diaspora-terancam-absen-di-piala-aff-2026-ini-dampaknya_soccer.jpg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_image":"https:\/\/thumb.viva.id\/vivasoccer\/665x374\/2026\/07\/10\/6a50bc49a37e4-9-pemain-diaspora-terancam-absen-di-piala-aff-2026-ini-dampaknya_soccer.jpg","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Vania Andini","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/thumb.viva.id\/vivasoccer\/665x374\/2026\/07\/10\/6a50bc49a37e4-9-pemain-diaspora-terancam-absen-di-piala-aff-2026-ini-dampaknya_soccer.jpg","contentUrl":"https:\/\/thumb.viva.id\/vivasoccer\/665x374\/2026\/07\/10\/6a50bc49a37e4-9-pemain-diaspora-terancam-absen-di-piala-aff-2026-ini-dampaknya_soccer.jpg","width":"665","height":"374"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#webpage","url":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/","name":"Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-08-18T03:54:20+00:00","dateModified":"2026-08-18T03:54:20+00:00","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya? dari Gramedia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya?"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682"},"headline":"Perbedaan Pemain Diaspora dan Naturalisasi, Apa Saja Perbedaannya?","datePublished":"2026-08-18T03:54:20+00:00","dateModified":"2026-08-18T03:54:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#webpage"},"wordCount":1983,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/perbedaan-pemain-diaspora-dan-naturalisasi-apa-saja-perbedaannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/thumb.viva.id\/vivasoccer\/665x374\/2026\/07\/10\/6a50bc49a37e4-9-pemain-diaspora-terancam-absen-di-piala-aff-2026-ini-dampaknya_soccer.jpg","articleSection":["Spot","Trivia"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682","name":"Vania Andini","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Vania Andini"},"url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/vannovie\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105321"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533093"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105321"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105321\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":105322,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105321\/revisions\/105322"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}