{"id":103508,"date":"2026-04-06T15:43:40","date_gmt":"2026-04-06T08:43:40","guid":{"rendered":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/?p=103508"},"modified":"2026-04-06T15:43:40","modified_gmt":"2026-04-06T08:43:40","slug":"review-buku-cerita-dari-digul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-cerita-dari-digul\/","title":{"rendered":"Review Buku Cerita dari Digul"},"content":{"rendered":"<p><script type=\"application\/ld+json\">\n\t\t{\n\t\t  \"@context\": \"https:\/\/schema.org\/\",\n\t\t  \"@type\": \"Review\",\n\t\t  \"itemReviewed\": {\n\t\t\t\"@type\": \"Cerita dari Digul\",\n\t\t\t\"image\": \"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Cover_Cerita_dari_Digul_2022.jpg<span data-mce-type=\"bookmark\" style=\"display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;\" class=\"mce_SELRES_start\">?<\/span>\",\n\t\t\t\"name\": \"Cerita dari Digul\"\n\t\t  },\n\t\t  \"reviewRating\": {\n\t\t\t\"@type\": \"Rating\",<span data-mce-type=\"bookmark\" style=\"display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;\" class=\"mce_SELRES_start\">?<\/span>\n\t\t\t\"ratingValue\": \"3.91\"\n\t\t  },\n\t\t  \"name\": \"Cerita dari Digul\",\n\t\t   \"author\": {\n\t\t\t\"@type\": \"Person\",\n\t\t\t\"name\": \"Gabriel\"\n\t\t  }\n\t\t}\n\t<\/script><strong>Cerita dari Digul<\/strong> &#8211; Pernah nggak sih kamu membaca sesuatu yang rasanya bukan hanya cerita, tapi seperti membuka luka sejarah yang selama ini sengaja dilupakan?<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau membicarakan sastra Indonesia, nama Pramoedya Ananta Toer rasanya nggak mukin dilewatkan. Sosok legendaris ini bukan hanya dikenal karena kekuatan ceritanya, tapi juga karena keberaniannya merekam sejarah lewat tulisan, bahkan ketika sejarah itu sendiri terasa pahit.<\/span><\/p>\n<p>Salah satu karyanya, Cerita dari Digul, jadi pintu masuk untuk melihat sisi lain dari masa lalu Indonesia. Buku ini merupakan kumpulan cerita pendek tentang kamp interniran Boven Digul, sebuah tempat yang dulu jadi lokasi pembuangan para tahanan politik di era kolonial.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalamnya ada lima karya yang mengangkat kisah Digul, masing-masing ditulis oleh penulis dengan latar dan pengalaman berbeda:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">D.E. Manu Turoe dengan karya Rustam Digulist, diterbitkan oleh Penerbit Tjerdas, Medan, tanpa tahun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oen Bo Tik dengan Darah dan Air-Mata di Boven Digul, diterbitkan oleh Penerbit Bulan Purnama, Bandung, tanpa tahun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Abdoe&#8217;l Xarim M.S. dengan Pandu Anak Buangan, diterbitkan oleh Uitgevers Genootschap &#8220;Aneka&#8221;, Medan, tahun 1933.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wiranta (eks-Digulis) dengan Antara Hidup dan Mati atau Buron dari Boven Digul, diterbitkan oleh Penerbit Bulan Purnama, Bandung, tahun 1931.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serta karya Tanpa Nama (TN) berjudul Minggat dari Digul dalam empat jilid.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>Kumpulan cerita ini kemudian disunting langsung oleh Pramoedya, seolah merangkai potongan-potongan suara yang dulu nyaris hilang menjadi satu narasi yang utuh.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, <\/span><b><i>Cerita dari Digul<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> kini dapat ditemukan dalam edisi cetak terbaru yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia pada 25 Oktober 2022. Sebelum masuk ke sinopsis serta membahas kelebihan dan kekurangannya, yuk kenalan dulu lebih dekat dengan sosok di balik penyusunan buku ini.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/cerita-dari-digul-2022?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Cover_Cerita_dari_Digul_2022.jpg\" alt=\"Cerita Dari Digul (2022)\" width=\"350\" height=\"525\" \/><\/a><\/p>\n<h2><strong><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/cerita-dari-digul-2022?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-92757\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/button_cek-gramedia-com-300x59.png\" alt=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/button_cek-gramedia-com.png\" width=\"300\" height=\"59\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/button_cek-gramedia-com-300x59.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/button_cek-gramedia-com.png 346w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/strong><\/h2>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-cerita-dari-digul\/#Profil_Pramoedya_Ananta_Toer_-_Penulis_Buku_Cerita_dari_Digul\" title=\"Profil Pramoedya Ananta Toer &#8211; Penulis Buku Cerita dari Digul\">Profil Pramoedya Ananta Toer &#8211; Penulis Buku Cerita dari Digul<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-cerita-dari-digul\/#Sinopsis_Buku_Cerita_dari_Digul\" title=\"Sinopsis Buku Cerita dari Digul\">Sinopsis Buku Cerita dari Digul<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-cerita-dari-digul\/#Kelebihan_dan_Kekurangan_Buku_Cerita_dari_Digul\" title=\"Kelebihan dan Kekurangan Buku Cerita dari Digul\">Kelebihan dan Kekurangan Buku Cerita dari Digul<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-cerita-dari-digul\/#Pros_Cons\" title=\"Pros &amp; Cons\">Pros &amp; Cons<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-cerita-dari-digul\/#Kelebihan_Buku_Cerita_dari_Digul\" title=\"Kelebihan Buku Cerita dari Digul\">Kelebihan Buku Cerita dari Digul<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-cerita-dari-digul\/#Kekurangan_Buku_Cerita_dari_Digul\" title=\"Kekurangan Buku Cerita dari Digul\">Kekurangan Buku Cerita dari Digul<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-cerita-dari-digul\/#Tentang_Kamp_interniran_Boven_Digul\" title=\"Tentang Kamp interniran Boven Digul\">Tentang Kamp interniran Boven Digul<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-cerita-dari-digul\/#Penutup\" title=\"Penutup\">Penutup<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-cerita-dari-digul\/#Rekomendasi_Buku\" title=\"Rekomendasi Buku\">Rekomendasi Buku<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-cerita-dari-digul\/#1_Mangir\" title=\"1. Mangir\u00a0\">1. Mangir\u00a0<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-cerita-dari-digul\/#2_Anak_Semua_Bangsa_Lentera_Dipantara\" title=\"2. Anak Semua Bangsa (Lentera Dipantara)\">2. Anak Semua Bangsa (Lentera Dipantara)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-cerita-dari-digul\/#3_Perawan_Remaja_dalam_Cengkeraman_Militer\" title=\"3. Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer\">3. Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Profil_Pramoedya_Ananta_Toer_-_Penulis_Buku_Cerita_dari_Digul\"><\/span><strong>Profil Pramoedya Ananta Toer &#8211; Penulis Buku Cerita dari Digul<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pramoedya Ananta Toer, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pram, lahir pada 6 Februari 1925 dan wafat pada 30 April 2006. Ia merupakan salah satu pengarang dan novelis paling berpengaruh dalam sejarah sastra Indonesia. Melalui karya-karyanya, Pramoedya berhasil merekam berbagai periode penting dalam sejarah bangsa, mulai dari masa penjajahan Belanda, perjuangan rakyat Indonesia menuju kemerdekaan, masa pendudukan Jepang selama Perang Dunia II, hingga era pemerintahan otoriter pascakolonial di bawah kepemimpinan Sukarno dan Suharto. Dalam setiap tulisannya, Pram tidak hanya menyajikan latar sejarah nasional, tetapi juga menggabungkannya dengan kisah-kisah pribadi yang menggugah, sehingga memberikan pandangan yang mendalam dan manusiawi terhadap kompleksitas sejarah Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, karya-karya Pramoedya sering kali mendapat tekanan dan penolakan dari pemerintah, baik pada masa penjajahan maupun ketika Indonesia berada di bawah pemerintahan otoriter. Meskipun namanya harum di kancah internasional dan mendapat pengakuan luas dari dunia sastra global, di dalam negeri tulisannya kerap kali disensor, terutama sebelum masa Reformasi. Ia pernah ditahan oleh pemerintah kolonial Belanda antara tahun 1947 hingga 1949, saat Perang Kemerdekaan Indonesia tengah berlangsung. Ketika kekuasaan berganti ke rezim Suharto, Pramoedya kembali menjadi korban politik. Ia ditahan tanpa proses pengadilan sejak tahun 1969 hingga 1979 di Pulau Buru, Maluku, karena dituduh terlibat dalam gerakan Komunis. Selama masa penahanannya yang penuh pembatasan, ia tetap menulis dan justru menciptakan karya besar yang kemudian dikenal sebagai Kuartet Buru. Dengan segala keterbatasan, ia menyampaikan cerita-cerita tersebut secara lisan kepada rekan-rekan sesama tahanan sebelum akhirnya berhasil menuliskannya dan menyelundupkannya keluar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pramoedya secara konsisten menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap berbagai kebijakan pemerintah, baik pada masa Presiden Sukarno maupun di era Orde Baru di bawah Suharto. Kritiknya terhadap kolonialisme, rasisme, serta korupsi disampaikan dengan gaya yang tajam namun halus dalam narasi-narasi fiksinya. Ia tidak gentar menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan, bahkan setelah menjalani berbagai bentuk penahanan, termasuk tahanan rumah di Jakarta pasca pembebasannya dari Pulau Buru. Hingga kini, Pramoedya dikenang sebagai simbol perjuangan bagi kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia di Indonesia. Sosoknya tetap menjadi inspirasi bagi banyak pihak yang memperjuangkan kebebasan berpikir dan bersuara dalam masyarakat yang demokratis.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sinopsis_Buku_Cerita_dari_Digul\"><\/span><strong>Sinopsis Buku Cerita dari Digul<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita dari Digul adalah kumpulan tulisan yang lahir dari pengalaman para eka-Digulis. Mereka pernah diasingkan sebagai tahanan politik pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Setiap kisah yang benar-benar terjadi ini menggambarkan suka-duka perjuangan mereka untuk tetap bertahan hidup di tanah pembuangan Digul, Papua Barat. Pahit, menyayat, sekaligus mengharukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Digul merupakan wilayah di Papua yang pada masa itu ditetapkan pemerintah kolonial Hindia Belanda sebagai tempat pengasingan bagi para tahanan politik. Dalam buku ini, sosok-sosok yang diasingkan adalah mereka yang dikaitkan dengan gerakan PKI, terutama setelah pemberontakan tahun 1926. Pengasingan dilakukan untuk memutus mereka dari akar kehidupan, budaya, dan pengaruh sosial yang dimiliki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehidupan di tempat pembuangan tentu sangat berat, melelahkan, penuh rasa sakit, dan mudah menjerumuskan pada keputusasaan. Lingkungan yang asing dan masih tergolong \u201cliar\u201d, tuntutan untuk bertahan dengan sumber daya terbatas di bawah pengawasan ketat aparat, tanah yang sulit diolah untuk bercocok tanam, ancaman malaria, serta rasa terasing dari lingkungan alam maupun penduduk setempat, semuanya berpadu menjadi pengalaman yang begitu mengguncang.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelebihan_dan_Kekurangan_Buku_Cerita_dari_Digul\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kelebihan dan Kekurangan Buku Cerita dari Digul<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pros_Cons\"><\/span><div class=\"i2-pros-cons-icons i2-pros-cons-main-wrapper theme-i2pc-theme-04 has-title no-button no-space-between-column no-outer-border no-round-corner no-heading-icon\"><h3 class=\"i2pctitle\">Pros &amp; Cons<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><div class=\"i2-pros-cons-wrapper\"><div class=\"i2-pros\"><strong class=\"i2-pros-title\">Pros<\/strong><div class=\"section\"><ul class='has-icon'><li><i class='icon icon-star-4'><\/i>Membuat nostalgia.<\/li><li><i class='icon icon-star-4'><\/i>Menghadirkan kisah perjuangan kemanusiaan.<\/li><li><i class='icon icon-star-4'><\/i>Pengingat sejarah.<\/li><li><i class='icon icon-star-4'><\/i>Terdapat sentuhan romansa.<\/li><\/ul><\/div><\/div><div class=\"i2-cons\"><strong class=\"i2-cons-title\">Cons<\/strong><div class=\"section\"><ul class='has-icon'><li><i class='icon icon-star-4'><\/i>Gaya bahasa yang berbeda-beda.<\/li><li><i class='icon icon-star-4'><\/i>Beberapa bagian membingungkan.<\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div><\/div><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelebihan_Buku_Cerita_dari_Digul\"><\/span><strong>Kelebihan Buku Cerita dari Digul<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai salah satu karya dari Pramoedya Ananta Toer, kualitas buku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita dari Digul<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tak perlu diragukan lagi. Pastinya buku ini menyajikan banyak kelebihan dengan sentuhan khas sang penulis dan isinya yang menakjubkan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Membuat nostalgia<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai karya Pramoedya Ananta Toer, kualitas Cerita dari Digul tidak perlu dipertanyakan. Buku ini menghadirkan kekuatan nostalgia yang terasa begitu hidup. Penggunaan bahasa Melayu yang khas mampu membangkitkan semangat membaca dengan penuh perhatian, membuat pembaca ingin terus mengikuti setiap kalimat agar tidak kehilangan makna. Selain itu, interaksi para Digulis dengan penduduk Kayakaya turut menghadirkan kerinduan akan Papua, dengan kehidupan yang sederhana tetapi menyimpan begitu banyak dinamika dan cerita manusia.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Menghadirkan kisah perjuangan kemanusiaan<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buku ini membawa pembaca memasuki perjalanan panjang kemanusiaan. Setiap cerita menggambarkan usaha keras para tahanan untuk melepaskan diri dari hukuman pengasingan yang mereka jalani. Semua itu lahir karena keyakinan pada satu gagasan, satu kepercayaan, dan satu ideologi yang pada masanya dianggap tidak dapat diterima oleh banyak orang.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Pengingat sejarah<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kumpulan kisah dalam buku ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Dari penderitaan, pengasingan, dan tekanan yang dialami para tahanan politik, perlahan-lahan tumbuh kesadaran kebangsaan. Dari upaya pemberontakan yang coba dipadamkan penjajah, justru muncul semangat untuk membebaskan diri dari kolonialisme dan berujung pada lahirnya Indonesia modern.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Terdapat sentuhan romansa<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa cerita dalam buku ini juga menyelipkan unsur romansa dan tragedi yang memberi warna berbeda. Kehadiran elemen ini membuat pengalaman membaca tidak monoton dan tetap terasa menyenangkan.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekurangan_Buku_Cerita_dari_Digul\"><\/span><strong>Kekurangan Buku Cerita dari Digul<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun buku ini menawarkan kekayaan sejarah dan narasi yang kuat, masih terdapat beberapa kekurangan yang bisa ditemukan di dalamnya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Gaya bahasa yang berbeda-beda<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu tantangan saat membaca buku ini adalah perbedaan gaya bahasa yang digunakan oleh masing-masing penulis. Nuansa bahasa Melayu yang tidak seragam membuat pembaca perlu ekstra teliti agar tetap dapat mengikuti alur cerita dan menangkap makna yang ingin disampaikan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Beberapa bagian membingungkan<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kisah menggunakan nama samaran sehingga sekilas tampak seperti fiksi, padahal cerita tersebut diakui sebagai kisah nyata yang dituturkan secara sastrawi. Hal ini dapat menimbulkan kebingungan, terutama bagi pembaca yang tidak memiliki pengalaman atau gambaran tentang kerasnya kehidupan hutan dan wilayah terasing. Namun seiring membaca, perlahan pembaca akan terbawa hanyut dalam perjuangan para tahanan, baik yang memilih bertahan maupun yang berusaha melarikan diri dari Digul.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tentang_Kamp_interniran_Boven_Digul\"><\/span><strong>Tentang Kamp interniran Boven Digul<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamp interniran Boven Digul merupakan tempat pengasingan yang sangat terpencil, dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda di hulu Sungai Digul, Papua Selatan, setelah terjadinya pemberontakan Partai Komunis Indonesia pada tahun 1926. Tempat ini dikenal luas sebagai penjara alam karena dijadikan lokasi untuk membuang para tokoh pergerakan nasional dan aktivis politik yang dianggap membahayakan stabilitas kolonial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamp ini dirancang sebagai lokasi pembuangan paling jauh dari pusat pergerakan di Jawa dan wilayah Nusantara lainnya, dengan tujuan memutus hubungan para tahanan politik dari jaringan dan pengaruh mereka. Pada awalnya, tempat ini hanya diperuntukkan bagi tokoh-tokoh utama komunis, tetapi seiring waktu kriteria penahanan semakin meluas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Boven Digul digambarkan sebagai wilayah yang sangat terisolasi, dikelilingi hutan lebat, rawa luas, dan sungai yang dipenuhi buaya. Ditambah lagi ancaman malaria yang mematikan, menjadikan tempat ini sebagai neraka pengasingan. Meski demikian, di pusat administrasi kamp tersedia beberapa fasilitas dasar, seperti rumah sakit, sekolah, pasar, serta tempat tinggal bagi interniran yang dianggap patuh. Di sisi lain, terdapat lokasi pengasingan yang lebih keras bernama Tanah Merah yang ditempati mereka yang menolak bekerja sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejumlah tokoh penting pergerakan nasional yang pernah mengalami pembuangan di Boven Digul antara lain Muhammad Hatta, Sutan Syahrir, Sayuti Melik, Mas Marco Kartodikromo, dan Muhammad Bondan. Kini, kawasan bekas kamp interniran tersebut dijadikan situs sejarah dan cagar budaya yang dikelola untuk kepentingan edukasi dan pariwisata di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan. Saat ini, Grameds dapat memandang Boven Digul bukan hanya sebagai kisah kelam masa lalu, tetapi juga sebagai pengingat perjalanan panjang bangsa menuju kemerdekaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span><strong>Penutup<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita dari Digul<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menghadirkan beragam kisah yang berbeda, namun semuanya berpusat pada pengalaman para ex-Digulis, sebutan bagi para pejuang kemerdekaan Indonesia yang pernah dibuang ke Digul, Papua. Melalui kisah-kisah ini, Grameds akan diajak untuk menyelami bagaimana mereka berjuang mempertahankan hidup di tengah keadaan yang begitu keras dan menyakitkan, sambil tetap menggenggam keyakinan pada kemerdekaan. Tidak hanya membuka kembali ingatan tentang sejarah bangsa, Grameds juga bisa lebih mengenal para pahlawan yang sudah berjuang demi memerdekakan bangsa Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Grameds, itu dia sinopsis, ulasan, dan pesan moral dari buku <\/span><b><i>Cerita dari Digul<\/i><\/b> <span style=\"font-weight: 400;\">karya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pramoedya Ananta Toer. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk kita pelajari dan selami lebih dalam tentang sejarah bangsa ini dengan membaca<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> buku ini yang bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia.com! Sebagai teman untuk menemanimu #TumbuhBermakna, kami selalu siap menyediakan informasi terbaik dan terlengkap untuk kamu. Selamat membaca!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rekomendasi_Buku\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Rekomendasi Buku<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mangir\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1. Mangir\u00a0<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/mangir?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/9786026208804_Mangir.jpg\" alt=\"Mangir\" width=\"350\" height=\"523\" \/><\/a>\u00a0 \u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/mangir?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-92759\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/button-cek-gramedia-com-300x59.png\" alt=\"button cek gramedia com\" width=\"300\" height=\"59\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/button-cek-gramedia-com-300x59.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/button-cek-gramedia-com.png 346w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Majapahit runtuh pada 1527. Jawa kacau balau dan bermandi darah. Kekuasaan tak berpusat, tersebar praktis di seluruh kadipaten, kabupaten, bahkan desa. Perang terus-menerus menjadi untuk memperebutkan penguasa tunggal. Permata-permata kesenian, baik di bidang sastra, musik, dan arsitektur tidak lagi ditemukan. Selama hampir satu abad jawa dikungkung oleh pemerintah teror, yang berpolakan tujuan menghalalkan cara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Latar belakang kisah Mangir karya Pramoedya Ananta Toer ini adalah keruntuhan Majapahit pada tahun 1527, akibat dari keruntuhan Majapahit, kekuasaan tak berpusat tersebar di seluruh daerah Jawa yang menyebabkan keadaan kacau balau. Perang terus terjadi untuk merebut kekuasaan tunggal, perang tersebut tentu saja menjadikan Pulau Jawa bermandikan darah. Sehingga yang muncul di Jawa adalah daerah-daerah kecil (desa) yang berbentuk Perdikan (desa yang tidak mempunyai kewajiban membayar pajak kepada pemerintah penguasa) dan menjalankan sistem demokrasi desa, dengan penguasanya yang bergelar Ki Ageng.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Anak_Semua_Bangsa_Lentera_Dipantara\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2. Anak Semua Bangsa (Lentera Dipantara)<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/anak-semua-bangsa-lentera-dipantara?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/product-metas\/na3avd-dns.jpg\" alt=\"Anak Semua Bangsa (Lentera Dipantara)\" width=\"350\" height=\"518\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/anak-semua-bangsa-lentera-dipantara?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-92757\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/button_cek-gramedia-com-300x59.png\" alt=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/button_cek-gramedia-com.png\" width=\"300\" height=\"59\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/button_cek-gramedia-com-300x59.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/button_cek-gramedia-com.png 346w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Roman bagian kedua Tetralogi Buru; Anak Semua Bangsa, adalah periode observasi atau turun ke bawah mencari serangkaian spirit lapangan dan kehidupan arus bawah Pribumi yang tak berdaya melawan kekuatan raksasa Eropa. Di titik ini Minke diperhadapkan antara kekaguman yang melimpah-limpah pada peradaban Eropa dan kenyataan di selingkungan bangsanya yang kerdil. Sepotong perjalanannya ke Tulangan Sidoarjo dan pertemuannya dengan Khouw Ah Soe, seorang aktivis pergerakan Tionghoa, korespondensinya dengan keluarga De la Croix (Sarah, Miriam, Herbert), teman Eropanya yang liberal, dan petuah-petuah Nyai Ontosoroh, mertua sekaligus guru agungnya, kesadaran Minke tergugat, tergurah, dan tergugah, bahwa ia adalah bayi semua bangsa dari segala jaman yang harus menulis dalam bahasa bangsanya (Melayu) dan berbuat untuk manusia-manusia bangsanya.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Perawan_Remaja_dalam_Cengkeraman_Militer\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">3. Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/perawan-remaja-dalam-cengkeraman-militer?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/591501041_perawan-remaja-dalam-cengkeraman-militer.jpg\" alt=\"Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer\" width=\"350\" height=\"517\" \/><\/a>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/perawan-remaja-dalam-cengkeraman-militer?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-92757\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/button_cek-gramedia-com-300x59.png\" alt=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/button_cek-gramedia-com.png\" width=\"300\" height=\"59\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/button_cek-gramedia-com-300x59.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/button_cek-gramedia-com.png 346w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun 1943, Pemerintahan Pendudukan Balatentara Dai Nippon di Jawa mengeluarkan perintah kepada para remaja perempuan untuk melanjutkan sekolah di Tokyo dan Shonanto. Perintah ini tidak pernah diumumkan secara resmi juga tidak masuk dalam Osamu Serei (Lembaran Negara).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jepang sengaja melakukannya untuk menghilangkan jejak dan para perawan remaja yang telah diberangkatkan meninggalkan kampung halaman serta keluarga mereka untuk menempuh perjalanan yang berbahaya. Bukan untuk disekolahkan, tetapi mereka dipaksa untuk memenuhi impian seks serdadu Jepang. Kajian kiwari menyebut mereka sebagai Jugun Ianfu atau comfort woman. Kenyataannya, para Jugun Ianfu bukan hanya sekadar perempuan penghibur, tetapi juga budak seks secara brutal, terencana, dan kita bisa menganggapnya sebagai kejahatan perang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n[vc_row][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Buku Best Seller Rekomendasi\" tab_id=\"1609657986694-ec9fcf86-8e01\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-novel-alie-ishala-samantha-jdoraksa-karya-regita-lenn-liu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alie Ishala Samantha Jdoraksa<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-babad-alas-karya-bima-arya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Babad Alas<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/can-i-talk-to-you-conversations-with-my-children-a-mothers-reflection\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Can I Talk to You <\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/cerita-dari-digul-2022\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cerita dari Digul<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/ego-is-the-enemy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ego is The Enemy<\/a><\/li>\r\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-hukum-internasional-sumber-sumber-hukum-karya-prof-atip-latipulhayat-s-h-ll-m-ph-d\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hukum Internasional<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-karena-hidup-enggak-sebercanda-itu-karya-alfiah-berkah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Karena Hidup Enggak Sebercanda Itu<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/malam-terakhir-new\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malam Terakhir<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-nasib-publik-dalam-republik-karya-ariel-heryanto\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nasib Publik dalam Republik<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-novel-no-longer-human-karya-osamu-dazai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">No Longer Human<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/si-anak-spesial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Si Anak Spesial<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/buku-stop-overthinking-lebih-happy-jalani-hidup-dengan-tidak-berpikir-berlebihan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stop Ovethinking<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-the-art-of-dealing-with-people-kunci-memahami-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">The Art of Dealing with People<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-novel-the-floating-world-karya-axie-oh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">The Floating World<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-untukmu-manusia-favortiku\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Untukmu Manusia Favoritku<\/a><\/li>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita dari Digul &#8211; Pernah nggak sih kamu membaca sesuatu yang rasanya bukan hanya cerita, tapi seperti membuka luka sejarah yang selama ini sengaja dilupakan? Kalau membicarakan sastra Indonesia, nama Pramoedya Ananta Toer rasanya nggak mukin dilewatkan. Sosok legendaris ini bukan hanya dikenal karena kekuatan ceritanya, tapi juga karena keberaniannya merekam sejarah lewat tulisan, bahkan [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-cerita-dari-digul\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533095,"featured_media":103512,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Review Buku Cerita dari Digul - Best Seller Gramedia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Review Buku Cerita dari Digul dari Gramedia. Disertai dengan rekomendasi buku terkait.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Review Buku Cerita dari Digul - Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Review Buku Cerita dari Digul dari Gramedia. Disertai dengan rekomendasi buku terkait.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-06T08:43:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Cover_Cerita_dari_Digul_2022.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Cover_Cerita_dari_Digul_2022.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Laura Saraswati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Cover_Cerita_dari_Digul_2022.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Cover_Cerita_dari_Digul_2022.jpg\",\"width\":\"650\",\"height\":\"975\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/\",\"name\":\"Review Buku Cerita dari Digul - Best Seller Gramedia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-04-06T08:43:40+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-06T08:43:40+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Review Buku Cerita dari Digul dari Gramedia. Disertai dengan rekomendasi buku terkait.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Review Buku Cerita dari Digul\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/eab5cf0b2e60586d4f09b6eecff9a514\"},\"headline\":\"Review Buku Cerita dari Digul\",\"datePublished\":\"2026-04-06T08:43:40+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-06T08:43:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#webpage\"},\"wordCount\":1947,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Cover_Cerita_dari_Digul_2022.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/eab5cf0b2e60586d4f09b6eecff9a514\",\"name\":\"Laura Saraswati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7c701f3a6751fd527fea777b0066e61f?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7c701f3a6751fd527fea777b0066e61f?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Laura Saraswati\"},\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/laura\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Review Buku Cerita dari Digul - Best Seller Gramedia","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Review Buku Cerita dari Digul dari Gramedia. Disertai dengan rekomendasi buku terkait.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Review Buku Cerita dari Digul - Best Seller Gramedia","og_description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Review Buku Cerita dari Digul dari Gramedia. Disertai dengan rekomendasi buku terkait.","og_url":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2026-04-06T08:43:40+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Cover_Cerita_dari_Digul_2022.jpg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_image":"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Cover_Cerita_dari_Digul_2022.jpg","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Laura Saraswati","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Cover_Cerita_dari_Digul_2022.jpg","contentUrl":"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Cover_Cerita_dari_Digul_2022.jpg","width":"650","height":"975"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#webpage","url":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/","name":"Review Buku Cerita dari Digul - Best Seller Gramedia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-04-06T08:43:40+00:00","dateModified":"2026-04-06T08:43:40+00:00","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Review Buku Cerita dari Digul dari Gramedia. Disertai dengan rekomendasi buku terkait.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Review Buku Cerita dari Digul"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/eab5cf0b2e60586d4f09b6eecff9a514"},"headline":"Review Buku Cerita dari Digul","datePublished":"2026-04-06T08:43:40+00:00","dateModified":"2026-04-06T08:43:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#webpage"},"wordCount":1947,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/review-buku-cerita-dari-digul\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Cover_Cerita_dari_Digul_2022.jpg","articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/eab5cf0b2e60586d4f09b6eecff9a514","name":"Laura Saraswati","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7c701f3a6751fd527fea777b0066e61f?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7c701f3a6751fd527fea777b0066e61f?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Laura Saraswati"},"url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/laura\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/103508"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533095"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=103508"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/103508\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":103511,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/103508\/revisions\/103511"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/103512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=103508"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=103508"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=103508"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}