{"id":101056,"date":"2025-01-10T11:19:53","date_gmt":"2025-01-10T04:19:53","guid":{"rendered":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/?p=101056"},"modified":"2025-01-10T11:19:54","modified_gmt":"2025-01-10T04:19:54","slug":"arti-fictophilia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/","title":{"rendered":"Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong>Fictophilia adalah<\/strong> &#8211; Pernahkah kamu merasa lebih terhubung dengan karakter fiksi dalam film, buku, atau game daripada dengan orang-orang di dunia nyata? Jika iya, bisa jadi kamu mengalami yang namanya <i>fictophilia<\/i>. Ini adalah perasaan ketertarikan atau cinta terhadap karakter fiksi, baik itu dalam bentuk buku, film, atau media lain.<\/p>\n<p>Meskipun terdengar agak aneh, sebenarnya perasaan ini cukup umum lho. Dalam artikel ini, kita bakal bahas lebih dalam tentang <i>fictophilia<\/i>, mulai dari pengertiannya, tanda-tanda seseorang mengalaminya, hingga apa sih yang bisa menyebabkan seseorang merasa terhubung lebih kuat dengan karakter fiksi daripada dengan orang nyata. Yuk, simak terus!<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#Arti_Fictophilia\" title=\"Arti Fictophilia\">Arti Fictophilia<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#Tanda-tanda_Kamu_Seorang_Fictophilia\" title=\"Tanda-tanda Kamu Seorang Fictophilia\">Tanda-tanda Kamu Seorang Fictophilia<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#1_Kamu_Lebih_Menghargai_Karakter_Fiksi_daripada_Orang_Nyata\" title=\"1. Kamu Lebih Menghargai Karakter Fiksi daripada Orang Nyata\">1. Kamu Lebih Menghargai Karakter Fiksi daripada Orang Nyata<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#2_Sering_Merenung_Tentang_Karakter_Fiksi\" title=\"2. Sering Merenung Tentang Karakter Fiksi\">2. Sering Merenung Tentang Karakter Fiksi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#3_Mengabaikan_Realitas\" title=\"3. Mengabaikan Realitas\">3. Mengabaikan Realitas<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#4_Membandingkan_Orang_Nyata_dengan_Karakter_Fiksi\" title=\"4. Membandingkan Orang Nyata dengan Karakter Fiksi\">4. Membandingkan Orang Nyata dengan Karakter Fiksi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#5_Merasa_Cemas_atau_Kecewa_saat_Tidak_Bisa_Mengakses_Dunia_Fiksi\" title=\"5. Merasa Cemas atau Kecewa saat Tidak Bisa Mengakses Dunia Fiksi\">5. Merasa Cemas atau Kecewa saat Tidak Bisa Mengakses Dunia Fiksi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#6_Membentuk_Ikatan_Emosional_dengan_Karakter_Fiksi\" title=\"6. Membentuk Ikatan Emosional dengan Karakter Fiksi\">6. Membentuk Ikatan Emosional dengan Karakter Fiksi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#Penyebab_Fictophilia\" title=\"Penyebab Fictophilia\">Penyebab Fictophilia<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#1_Pelarian_dari_Dunia_Nyata\" title=\"1. Pelarian dari Dunia Nyata\">1. Pelarian dari Dunia Nyata<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#2_Kekurangan_Dukungan_Sosial\" title=\"2. Kekurangan Dukungan Sosial\">2. Kekurangan Dukungan Sosial<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#3_Keterikatan_Emosional_dengan_Cerita_atau_Karakter\" title=\"3. Keterikatan Emosional dengan Cerita atau Karakter\">3. Keterikatan Emosional dengan Cerita atau Karakter<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#4_Persepsi_terhadap_Cinta_yang_Ideal\" title=\"4. Persepsi terhadap Cinta yang Ideal\">4. Persepsi terhadap Cinta yang Ideal<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#5_Kurangnya_Keterhubungan_Emosional_dengan_Pasangan_Nyata\" title=\"5. Kurangnya Keterhubungan Emosional dengan Pasangan Nyata\">5. Kurangnya Keterhubungan Emosional dengan Pasangan Nyata<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#Cara_Mengatasi_Fictophilia\" title=\"Cara Mengatasi Fictophilia\">Cara Mengatasi Fictophilia<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#1_Mengenali_dan_Menerima_Perasaan\" title=\"1. Mengenali dan Menerima Perasaan\">1. Mengenali dan Menerima Perasaan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#2_Menjaga_Keseimbangan_Antara_Dunia_Nyata_dan_Dunia_Fiksi\" title=\"2. Menjaga Keseimbangan Antara Dunia Nyata dan Dunia Fiksi\">2. Menjaga Keseimbangan Antara Dunia Nyata dan Dunia Fiksi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#3_Membangun_Hubungan_Sosial_yang_Sehat\" title=\"3. Membangun Hubungan Sosial yang Sehat\">3. Membangun Hubungan Sosial yang Sehat<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#6_Mengeksplorasi_Hobi_dan_Minat_Baru\" title=\"6. Mengeksplorasi Hobi dan Minat Baru\">6. Mengeksplorasi Hobi dan Minat Baru<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#7_Bekerja_pada_Diri_Sendiri_Secara_Emosional\" title=\"7. Bekerja pada Diri Sendiri Secara Emosional\">7. Bekerja pada Diri Sendiri Secara Emosional<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#8_Mendapatkan_Bantuan_Profesional\" title=\"8. Mendapatkan Bantuan Profesional\">8. Mendapatkan Bantuan Profesional<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-22\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#9_Berlatih_Mindfulness\" title=\"9. Berlatih Mindfulness\">9. Berlatih Mindfulness<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-23\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#10_Buat_Tujuan_Realistis_untuk_Hidup_Nyata\" title=\"10. Buat Tujuan Realistis untuk Hidup Nyata\">10. Buat Tujuan Realistis untuk Hidup Nyata<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-24\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#Kesimpulan\" title=\"Kesimpulan\">Kesimpulan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-25\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#Rekomendasi_Buku_Terkait\" title=\"Rekomendasi Buku Terkait\">Rekomendasi Buku Terkait<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-26\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#Bye-Bye_Anxiety_-_40_Cara_Hidup_Bebas_Cemas\" title=\"Bye-Bye Anxiety &#8211; 40 Cara Hidup Bebas Cemas\">Bye-Bye Anxiety &#8211; 40 Cara Hidup Bebas Cemas<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-27\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#Seni_Hidup_Sederhana_Hidup_Pas-Pasan_adalah_Kunci\" title=\"Seni Hidup Sederhana : Hidup Pas-Pasan adalah Kunci\">Seni Hidup Sederhana : Hidup Pas-Pasan adalah Kunci<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-28\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#Slow_Living_Hidup_Bukanlah_Pelarian_Tapi_Perjalanan\" title=\"Slow Living, Hidup Bukanlah Pelarian Tapi Perjalanan\">Slow Living, Hidup Bukanlah Pelarian Tapi Perjalanan<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Arti_Fictophilia\"><\/span><b>Arti Fictophilia<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><i>Fictophilia<\/i> adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ketertarikan atau bahkan perasaan cinta terhadap karakter-karakter fiksi dalam berbagai bentuk media, seperti film, buku, komik, video game, atau serial televisi. Orang yang mengalami <i>fictophilia<\/i> sering kali merasa lebih terhubung dengan karakter-karakter ini daripada dengan orang nyata dalam kehidupan mereka.<\/p>\n<figure id=\"attachment_101057\" aria-describedby=\"caption-attachment-101057\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-101057\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon-300x187.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"187\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon-300x187.jpg 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon-768x480.jpg 768w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon-561x350.jpg 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon-364x227.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon-728x455.jpg 728w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon-608x380.jpg 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon-758x473.jpg 758w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-101057\" class=\"wp-caption-text\">sumber: dailyevergreen<\/figcaption><\/figure>\n<p>Perasaan ini tidak selalu bersifat romantis atau seksual; bisa juga dalam bentuk kekaguman, keinginan untuk melindungi, atau rasa nyaman ketika berada dalam dunia fiksi tersebut. Karakter-karakter ini bisa saja menjadi sosok yang ideal, menyenangkan, atau bahkan penuh konflik yang justru membuat mereka lebih menarik untuk diikuti. Bagi sebagian orang, karakter fiksi memberi rasa penghiburan atau pelarian dari kenyataan yang kurang memuaskan.<\/p>\n<p>Penting untuk dipahami bahwa <i>fictophilia<\/i> bukanlah hal yang patologis. Banyak orang merasa terhubung dengan karakter fiksi karena mereka menemukan aspek yang relatable atau memberi mereka rasa aman dan bahagia. Namun, jika ketertarikan ini mulai mengganggu kehidupan sosial atau menyebabkan isolasi, mungkin sudah saatnya untuk mengeksplorasi perasaan tersebut lebih dalam.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanda-tanda_Kamu_Seorang_Fictophilia\"><\/span><b>Tanda-tanda Kamu Seorang Fictophilia<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jika kamu merasa lebih terhubung dengan karakter-karakter fiksi daripada dengan orang-orang di dunia nyata, mungkin kamu termasuk dalam kategori <i>fictophilia<\/i>. Ada beberapa tanda yang bisa menunjukkan bahwa kamu mengalami perasaan ini, di antaranya:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kamu_Lebih_Menghargai_Karakter_Fiksi_daripada_Orang_Nyata\"><\/span><b>1. Kamu Lebih Menghargai Karakter Fiksi daripada Orang Nyata<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Salah satu tanda paling jelas dari <i>fictophilia<\/i> adalah kecenderungan kamu untuk lebih mengagumi atau bahkan merasa cinta pada karakter fiksi. Karakter-karakter ini bisa berasal dari buku, film, serial TV, atau bahkan video game. Kamu mungkin merasa lebih dekat atau lebih terhubung dengan mereka daripada dengan teman atau keluarga.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Sering_Merenung_Tentang_Karakter_Fiksi\"><\/span><b>2. Sering Merenung Tentang Karakter Fiksi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jika kamu sering memikirkan karakter fiksi, berkhayal tentang hubunganmu dengan mereka, atau membayangkan berbagai skenario yang melibatkan mereka, itu bisa menjadi tanda dari <i>fictophilia<\/i>. Bahkan, terkadang kamu mungkin merasa sangat emosional atau terhibur hanya dengan memikirkan mereka.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mengabaikan_Realitas\"><\/span><b>3. Mengabaikan Realitas<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kamu mungkin merasa lebih nyaman berada di dunia fiksi daripada di dunia nyata. Ketika menghadapi masalah atau situasi sulit, kamu bisa lebih memilih untuk melarikan diri ke dunia fiksi karena merasa lebih aman atau lebih dihargai di sana.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Membandingkan_Orang_Nyata_dengan_Karakter_Fiksi\"><\/span><b>4. Membandingkan Orang Nyata dengan Karakter Fiksi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jika kamu sering membandingkan orang-orang di sekitarmu dengan karakter fiksi, atau merasa bahwa orang-orang nyata tidak memenuhi standar atau kualitas yang kamu lihat dalam karakter-karakter tersebut, itu bisa menjadi indikasi kuat dari <i>fictophilia<\/i>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Merasa_Cemas_atau_Kecewa_saat_Tidak_Bisa_Mengakses_Dunia_Fiksi\"><\/span><b>5. Merasa Cemas atau Kecewa saat Tidak Bisa Mengakses Dunia Fiksi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jika kamu merasa cemas, kesepian, atau kecewa saat tidak bisa menikmati media fiksi yang melibatkan karakter favoritmu, itu bisa menunjukkan bahwa hubungan emosional dengan karakter tersebut cukup kuat dalam hidupmu.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Membentuk_Ikatan_Emosional_dengan_Karakter_Fiksi\"><\/span><b>6. Membentuk Ikatan Emosional dengan Karakter Fiksi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Banyak orang dengan <i>fictophilia<\/i> mengembangkan hubungan emosional yang sangat dalam dengan karakter fiksi. Kamu bisa merasa seolah-olah karakter-karakter tersebut benar-benar ada dan memiliki pengaruh besar dalam hidupmu.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Fictophilia\"><\/span><b>Penyebab Fictophilia<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><i>Fictophilia<\/i> bisa muncul karena beberapa alasan yang berhubungan dengan aspek emosional dan psikologis. Meskipun ini bukan kondisi yang secara resmi didiagnosis, ada beberapa faktor yang dapat memicu atau memperburuk ketertarikan berlebihan terhadap karakter fiksi:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pelarian_dari_Dunia_Nyata\"><\/span><b>1. Pelarian dari Dunia Nyata<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Banyak orang merasa lebih nyaman berada dalam dunia fiksi sebagai bentuk pelarian dari masalah atau tantangan yang dihadapi dalam kehidupan nyata. Ketika seseorang merasa tertekan, cemas, atau kesepian, mereka bisa lebih memilih untuk tenggelam dalam dunia fiksi yang terasa aman dan penuh dengan hubungan yang ideal.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kekurangan_Dukungan_Sosial\"><\/span><b>2. Kekurangan Dukungan Sosial<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seseorang yang kurang mendapatkan dukungan sosial atau hubungan emosional yang sehat dengan orang-orang di sekitarnya bisa cenderung mencari kenyamanan dalam karakter-karakter fiksi. Karakter-karakter ini bisa menjadi tempat pelarian atau bahkan pengganti dari hubungan nyata yang kurang memadai.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Keterikatan_Emosional_dengan_Cerita_atau_Karakter\"><\/span><b>3. Keterikatan Emosional dengan Cerita atau Karakter<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kadang-kadang, karakter fiksi memiliki sifat atau kualitas tertentu yang bisa membuat seseorang merasa sangat terhubung atau terinspirasi. Misalnya, karakter yang kuat, bijaksana, atau penuh kasih bisa menjadi sumber kenyamanan dan dorongan, terutama bagi mereka yang merasa kurang mendapatkannya dalam kehidupan nyata.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Persepsi_terhadap_Cinta_yang_Ideal\"><\/span><b>4. Persepsi terhadap Cinta yang Ideal<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dalam banyak kasus, karakter fiksi sering digambarkan dalam hubungan yang sempurna dan tanpa cacat. Ini bisa menciptakan pandangan bahwa hubungan yang sempurna memang ada, yang kemudian mendorong seseorang untuk jatuh cinta pada karakter-karakter fiksi, karena mereka lebih memenuhi standar &#8220;ideal&#8221; dibandingkan hubungan di dunia nyata yang penuh tantangan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Kurangnya_Keterhubungan_Emosional_dengan_Pasangan_Nyata\"><\/span><b>5. Kurangnya Keterhubungan Emosional dengan Pasangan Nyata<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Beberapa orang yang mengalami kesulitan dalam hubungan nyata\u2014baik itu romantis atau sosial\u2014mungkin merasa bahwa karakter fiksi lebih mudah dijangkau atau lebih memenuhi kebutuhan emosional mereka. Karakter fiksi sering kali tidak memiliki drama atau konflik yang kompleks, yang bisa membuat mereka lebih menarik dibandingkan hubungan yang rumit dengan orang-orang di dunia nyata.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengatasi_Fictophilia\"><\/span><b>Cara Mengatasi Fictophilia<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mengatasi <i>fictophilia<\/i> bisa menjadi tantangan, terutama ketika seseorang merasa terhubung emosional dengan karakter fiksi lebih dari orang nyata. Namun, jika <i>fictophilia<\/i> sudah mulai mempengaruhi kehidupan sosial dan kesejahteraan, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengatasinya:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mengenali_dan_Menerima_Perasaan\"><\/span><b>1. Mengenali dan Menerima Perasaan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Langkah pertama untuk mengatasi <i>fictophilia<\/i> adalah menyadari dan menerima perasaan tersebut. Mengakui bahwa kamu merasa terhubung dengan karakter fiksi adalah hal yang normal, tetapi penting untuk memahami bahwa dunia nyata dan dunia fiksi adalah dua hal yang berbeda. Penerimaan ini akan menjadi dasar untuk mengambil langkah-langkah berikutnya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menjaga_Keseimbangan_Antara_Dunia_Nyata_dan_Dunia_Fiksi\"><\/span><b>2. Menjaga Keseimbangan Antara Dunia Nyata dan Dunia Fiksi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Salah satu cara efektif untuk mengatasi <i>fictophilia<\/i> adalah dengan memastikan ada keseimbangan antara waktu yang dihabiskan dalam dunia fiksi dan dunia nyata. Cobalah untuk tidak terlalu tenggelam dalam cerita atau karakter fiksi, dan alokasikan waktu untuk kegiatan lain yang melibatkan interaksi sosial nyata, seperti berkumpul dengan teman-teman atau keluarga.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Membangun_Hubungan_Sosial_yang_Sehat\"><\/span><b>3. Membangun Hubungan Sosial yang Sehat<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Salah satu alasan mengapa seseorang bisa jatuh ke dalam <i>fictophilia<\/i> adalah kekurangan hubungan emosional yang memadai dengan orang-orang di sekitar mereka. Cobalah untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan teman, keluarga, atau rekan kerja. Menjalin hubungan sosial yang sehat dapat membantu mengurangi ketergantungan emosional pada karakter fiksi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Mengeksplorasi_Hobi_dan_Minat_Baru\"><\/span><b>6. Mengeksplorasi Hobi dan Minat Baru<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Cobalah untuk mengalihkan perhatian ke kegiatan atau hobi baru yang bisa menyita perhatian dan waktu, seperti berolahraga, belajar hal baru, atau mengeksplorasi seni dan kreativitas. Dengan menemukan kegiatan yang bisa memberi kepuasan emosional, kamu akan lebih mudah melepaskan diri dari ketergantungan pada karakter fiksi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Bekerja_pada_Diri_Sendiri_Secara_Emosional\"><\/span><b>7. Bekerja pada Diri Sendiri Secara Emosional<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kadang-kadang, ketertarikan berlebihan pada karakter fiksi bisa berasal dari ketidakpuasan atau kekosongan emosional yang belum terpenuhi. Bekerja pada diri sendiri dengan memahami kebutuhan emosional dan mencari cara untuk memenuhinya melalui hubungan nyata atau kegiatan yang mendukung kesejahteraan emosional bisa sangat membantu.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Mendapatkan_Bantuan_Profesional\"><\/span><b>8. Mendapatkan Bantuan Profesional<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jika <i>fictophilia<\/i> sudah memengaruhi kehidupan sosial, pekerjaan, atau kesejahteraan emosional kamu secara signifikan, mencari bantuan profesional seperti seorang psikolog atau konselor bisa menjadi langkah yang baik. Terapi bisa membantu mengatasi perasaan keterhubungan yang berlebihan terhadap karakter fiksi dan memberikan wawasan tentang cara mengelola perasaan tersebut dengan lebih sehat.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Berlatih_Mindfulness\"><\/span><b>9. Berlatih Mindfulness<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Mindfulness adalah teknik yang membantu kamu untuk tetap hadir di saat ini dan mengurangi keterikatan emosional terhadap dunia fiksi. Dengan berlatih mindfulness, kamu bisa lebih fokus pada kegiatan yang terjadi di dunia nyata dan mengurangi kecenderungan untuk melarikan diri ke dalam dunia fiksi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Buat_Tujuan_Realistis_untuk_Hidup_Nyata\"><\/span><b>10. Buat Tujuan Realistis untuk Hidup Nyata<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Menetapkan tujuan hidup yang nyata dan bisa dicapai juga membantu mengalihkan perhatian dari dunia fiksi. Fokus pada pencapaian yang realistis dalam kehidupan sehari-hari akan memberikan rasa pencapaian dan kepuasan yang lebih besar daripada ketergantungan pada karakter fiksi.<\/p>\n<p>Dengan langkah-langkah ini, kamu bisa mulai mengurangi ketergantungan emosional pada karakter fiksi dan lebih fokus pada membangun kehidupan nyata yang lebih memuaskan. Mengatasi <i>fictophilia<\/i> memang tidak mudah, tetapi dengan waktu dan usaha, kamu bisa mencapainya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span><b>Kesimpulan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Nah, penting untuk diingat bahwa memiliki ketertarikan pada karakter fiksi adalah hal yang normal, namun jika perasaan tersebut mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, penting untuk mencari cara untuk mengatasinya. Dengan mengenali tanda-tanda, memahami penyebabnya, dan berusaha untuk menyeimbangkan dunia nyata dan fiksi, kamu bisa menjaga kesehatan emosional dan hubungan sosial yang sehat. Jangan ragu untuk mencari bantuan jika merasa kesulitan menghadapinya. Yang terpenting, ingatlah bahwa kehidupan nyata jauh lebih berwarna dan penuh potensi untuk dijelajahi daripada sekadar dunia fiksi.<\/p>\n<p><strong>Penulis: Yasmin<\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rekomendasi_Buku_Terkait\"><\/span>Rekomendasi Buku Terkait<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3 class=\"line-clamp-2 text-xl-extrabold text-neutral-600 [.dweb_&amp;]:text-3xl-extrabold\" style=\"text-align: center;\" data-id=\"productDetailTitle\" data-testid=\"productDetailTitle\" data-sentry-component=\"ProductDetailTitle\" data-sentry-source-file=\"ProductDetailTitle.tsx\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bye-Bye_Anxiety_-_40_Cara_Hidup_Bebas_Cemas\"><\/span>Bye-Bye Anxiety &#8211; 40 Cara Hidup Bebas Cemas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/bye-bye-anxiety-40-cara-hidup-bebas-cemas?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/products\/erreba-eyc.jpeg\" alt=\"Bye-Bye Anxiety - 40 Cara Hidup Bebas Cemas\" width=\"402\" height=\"598\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/bye-bye-anxiety-40-cara-hidup-bebas-cemas?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-92823\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png\" alt=\"\" width=\"285\" height=\"56\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png 346w\" sizes=\"(max-width: 285px) 100vw, 285px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400; font-size: 10pt; font-family: terminal, monaco, monospace;\">Kecemasan merupakan hal yang bisa dialami oleh semua orang dalam situasi apa pun. Kecemasan tidak selalu hadir dalam bentuk besar, tetapi juga menjelma menjadi hal-hal kecil di sekitar kita, seperti kekhawatiran tentang sesuatu yang belum tentu terjadi. Sebagaimana kebiasaan dan perasaan negatif lainnya, kita dapat mengusir kecemasan dan berusaha berpikir bahwa semua akan berjalan sesuai dengan alurnya.<\/span><\/p>\n<div class=\"flex flex-col\">\n<h3 class=\"line-clamp-2 text-xl-extrabold text-neutral-600 [.dweb_&amp;]:text-3xl-extrabold\" style=\"text-align: center;\" data-id=\"productDetailTitle\" data-testid=\"productDetailTitle\" data-sentry-component=\"ProductDetailTitle\" data-sentry-source-file=\"ProductDetailTitle.tsx\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Seni_Hidup_Sederhana_Hidup_Pas-Pasan_adalah_Kunci\"><\/span>Seni Hidup Sederhana : Hidup Pas-Pasan adalah Kunci<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/seni-hidup-sederhana-hidup-pas-pasan-adalah-kunci?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/picture_meta\/2023\/9\/21\/2vuuukveyq5gex2r3mlhuo.jpg\" alt=\"Seni Hidup Sederhana : Hidup Pas-Pasan adalah Kunci\" width=\"383\" height=\"548\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/seni-hidup-sederhana-hidup-pas-pasan-adalah-kunci?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-92823\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png\" alt=\"\" width=\"285\" height=\"56\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png 346w\" sizes=\"(max-width: 285px) 100vw, 285px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400; font-size: 10pt; font-family: terminal, monaco, monospace;\">Mulanya kita akan diajak untuk memahami keberadaan diri kita sendiri sebagai manusia yang ada di dunia. Perubahan demi perubahan kebudayaan manusia di tiap masanya, hingga kondisinya menjadi seperti sekarang ini. Apa pun dapat diukur dengan uang dan orang-orang berlomba untuk memiliki harta yang lebih banyak. Terlepas dari masalah tersebut kita akan mencari tahu mengenai awal mula hasrat manusia untuk memiliki. Kenapa manusia suka memiliki benda-benda dan berlomba-lomba mendapatkannya? Kita akan membicarakan hubungan pria dan wanita, konsep uang, dan konsep modal yang tak bisa lepas dari kehidupan. Semuanya akan bermuara pada besarnya hasrat kita untuk memiliki banyak harta. Nah, pada akhirnya nanti kita akan mengetahui bahwa sebenar-benar dan sebahagia-bahagianya hidup adalah hidup dengan gaya pas-pasan.<\/span><\/p>\n<div class=\"flex flex-col\">\n<h3 class=\"line-clamp-2 text-xl-extrabold text-neutral-600 [.dweb_&amp;]:text-3xl-extrabold\" style=\"text-align: center;\" data-id=\"productDetailTitle\" data-testid=\"productDetailTitle\" data-sentry-component=\"ProductDetailTitle\" data-sentry-source-file=\"ProductDetailTitle.tsx\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Slow_Living_Hidup_Bukanlah_Pelarian_Tapi_Perjalanan\"><\/span>Slow Living, Hidup Bukanlah Pelarian Tapi Perjalanan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/slow-living-hidup-bukanlah-pelarian-tapi-perjalanan?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/picture_meta\/2023\/6\/26\/zoqf8otjyjhqvxkzqm9zkw.png\" alt=\"Slow Living, Hidup Bukanlah Pelarian Tapi Perjalanan\" width=\"365\" height=\"506\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/slow-living-hidup-bukanlah-pelarian-tapi-perjalanan?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-92823\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png\" alt=\"\" width=\"285\" height=\"56\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png 346w\" sizes=\"(max-width: 285px) 100vw, 285px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400; font-size: 10pt; font-family: terminal, monaco, monospace;\">Demi label kesuksesan yang dicapai lebih cepat, kita rela menjadi orang yang miskin waktu dan memiliki kebahagiaan yang tidak menentu. Belum lagi jika kesehatan terganggu karena mesin dalam tubuh terus terpacu. Apakah tidak sayang dengan diri sendiri?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400; font-size: 10pt; font-family: terminal, monaco, monospace;\">Nyatanya, hidup cepat tidak selalu tepat untuk semua orang. Ada yang sukanya lari, tetapi mungkin kita cocoknya berjalan kaki. Memang lebih lambat, tetapi toh pada akhirnya akan sampai juga pada tujuan. Mengapa harus memaksakan diri untuk mengambil kecepatan yang sama dengan orang lain, jika kemampuan kita berbeda?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400; font-size: 10pt; font-family: terminal, monaco, monospace;\">Jangan menyiksa, sayangilah dirimu. Bergerak cepat di lintasan yang tidak cocok untukmu justru bisa berbahaya, bukan? Cobalah melambat, karena hidup adalah perjalanan, bukan pelarian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400; font-size: 10pt; font-family: terminal, monaco, monospace;\">Untuk mencapai kesuksesan dengan lebih cepat, kita menjadi sibuk dan rela mengorbankan waktu, kebahagiaan bahkan kesehatan diri sendiri. Hidup cepat tidak selalu tepat untuk semua orang. Setiap orang memiliki alurnya sendiri, ada yang mampu berlari tetapi ada pula yang cocok dengan berjalan kaki untuk mencapai tujuan. Tidak perlu memaksakan diri untuk mengambil kecepatan yang sama dengan orang lain jika kemampuan kita berbeda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400; font-size: 10pt; font-family: terminal, monaco, monospace;\">Buku Slow Living membahas tentang gaya hidup melambat namun tetap produktif untuk menikmati setiap momen tanpa sibuk berlari sampai ke tujuan. Lambat bukan berarti berhenti namun bergerak sesuai ritme yang tepat.<\/span><\/p>\n[vc_row][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Buku Terkait\" tab_id=\"1609657986694-ec9fcf86-8e01\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-ensiklopedia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Ensiklopedia<\/a><\/li>\r\n\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Artikel Terkait\" tab_id=\"1609656944148-f362d048-3421\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/rekomendasi-board-game\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">17 Rekomendasi Board Game<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pulau-terkecil-di-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">12 Pulau Terkecil di Dunia<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/rekomendasi-film-jason-statham\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">15 film Jason Statham<\/a><\/li>\r\n\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/lukisan-termahal-di-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">10 Lukisan Termahal di Dunia<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tebak-tebakan-receh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">100 Tebak Tebakan Receh<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/18-jenis-kelamin-di-thailand\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">18 Jenis Kelamin di Thailand<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/orang-terganteng-di-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">25 Orang Terganteng di Dunia<\/a><\/li>\r\n\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/film-jepang-terbaik-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">27 Film Jepang Terbaik Sepanjang Sejarah<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/film-psikologi-barat-korea\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">11 Film Psikologi Barat Maupun Korea<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/apa-nama-kucing-milik-hermione-di-harry-potter-ini-jawabannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa Nama Kucing Milik Hermione?<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/apa-yang-membuat-bintang-jatuh-bercahaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang Membuat Bintang Jatuh Bercahaya?<\/a><\/li>\r\n\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biaya-hidup-di-jakarta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berapa Biaya Hidup Di Jakarta<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/boneka-labubu-kenapa-mahal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Boneka Labubu Kenapa Mahal?<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-melunasi-hutang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melunasi Hutang<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menggunakan-mendeley\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menggunakan Mendeley<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/contoh-cinta-tanah-air\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Contoh Cinta Tanah Air<\/a><\/li>\r\n\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/contoh-energi-nuklir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Contoh Energi Nuklir<\/a><\/li>\r\n\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-feminine-energy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Feminine Energy<\/a><\/li>\r\n\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fictophilia<\/a><\/li>\r\n\t    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/film-james-bond\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Film James Bond<\/a><\/li>\r\n\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/karakter-jujutsu-kaisen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Karakter Jujutsu Kaisen<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kenapa-dinosaurus-punah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenapa Dinosaurus Punah<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kenapa-tuyul-tidak-mencuri-uang-di-bank\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenapa Tuyul Tidak Mencuri Uang di Bank?<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-kroco\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kroco<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/list-drakor-konglomerat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">List Drakor Konglomerat<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/macam-macam-alat-ukur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Macam-Macam Alat Ukur<\/a><\/li>\r\n\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/macam-macam-genre-novel-beserta-contohnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Macam-Macam Genre Novel Beserta Contohnya<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/macam-macam-lomba-kreatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Macam-Macam Lomba Kreatif<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mak-comblang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mak Comblang<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/makhluk-mitologi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Makhluk Mitologi Dunia<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menjenguk-orang-sakit-bawa-apa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menjenguk Orang Sakit Bawa Apa<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-mukbang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mukbang<\/a><\/li>\r\n\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/daftar-nama-princess-disney-terbaru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nama Princess Disney Terbaru<\/a><\/li>\r\n\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-omakase\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Omakase<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/apa-nama-palu-thor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Palu Thor<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pantun-jenaka-beserta-maknanya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pantun Jenaka Beserta Maknanya<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-diploma-dan-sarjana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Diploma dan Sarjana<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-pekerja-informal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pekerja Informal<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pekerjaan-online-untuk-pelajar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pekerjaan Online untuk Pelajar<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pazuzu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pazuzu<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perlengkapan-tedak-siten\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perlengkapan Tedak Siten<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/apa-itu-plot-twist\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Plot Twist<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fenomena-poliamori\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Poliamori<\/a><\/li>\r\n\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/film-monster\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rekomendasi Film Monster<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ryomen-sukuna-asal-usul-karakteristik-dan-fakta-menariknya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ryomen Sukuna<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/safety-induction\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Safety Induction<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-silent-treatment\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Silent Treatment<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silsilah-keluarga-zoro\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Silsilah Keluarga Zoro<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-spill-the-tea\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Spill the Tea<\/a><\/li>\r\n\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/semprotulation\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Semprotulation <\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-tone-deaf\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tone Deaf<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tugas-sweeper-dan-pendaki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tugas Sweeper dan Pendaki<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/urutan-silsilah-keluarga-jawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Urutan Silsilah Keluarga Jawa<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/urutan-silsilah-keluarga-sunda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Urutan Silsilah Keluarga Sunda<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/definisi-vintage\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Vintage<\/a><\/li>\r\n\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fictophilia adalah &#8211; Pernahkah kamu merasa lebih terhubung dengan karakter fiksi dalam film, buku, atau game daripada dengan orang-orang di dunia nyata? Jika iya, bisa jadi kamu mengalami yang namanya fictophilia. Ini adalah perasaan ketertarikan atau cinta terhadap karakter fiksi, baik itu dalam bentuk buku, film, atau media lain. Meskipun terdengar agak aneh, sebenarnya perasaan [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533089,"featured_media":101057,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1736],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi dari Gramedia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi dari Gramedia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-10T04:19:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-10T04:19:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"562\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Adila V M\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon.jpg\",\"width\":900,\"height\":562,\"caption\":\"sumber: dailyevergreen\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/\",\"name\":\"Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-01-10T04:19:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-10T04:19:54+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi dari Gramedia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/64fef4d671df590f911406899fc23e86\"},\"headline\":\"Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi\",\"datePublished\":\"2025-01-10T04:19:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-10T04:19:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#webpage\"},\"wordCount\":1794,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon.jpg\",\"articleSection\":[\"Trivia\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/64fef4d671df590f911406899fc23e86\",\"name\":\"Adila V M\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1000084111-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1000084111-96x96.jpg\",\"caption\":\"Adila V M\"},\"description\":\"A half-time writer, a full-time dreamer.\",\"sameAs\":[\"linkedin.com\/in\/adilavernias\"],\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/adilavernias\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi dari Gramedia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi","og_description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi dari Gramedia.","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2025-01-10T04:19:53+00:00","article_modified_time":"2025-01-10T04:19:54+00:00","og_image":[{"width":900,"height":562,"url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon.jpg","path":"s3apsoutheast1:\/\/wp-best-seller\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon.jpg","size":"full","id":101057,"alt":"","pixels":505800,"type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Adila V M","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon.jpg","width":900,"height":562,"caption":"sumber: dailyevergreen"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/","name":"Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#primaryimage"},"datePublished":"2025-01-10T04:19:53+00:00","dateModified":"2025-01-10T04:19:54+00:00","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi dari Gramedia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/64fef4d671df590f911406899fc23e86"},"headline":"Fictophilia: Mengenal Arti dan Penyebab Mencintai Karakter Fiksi","datePublished":"2025-01-10T04:19:53+00:00","dateModified":"2025-01-10T04:19:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#webpage"},"wordCount":1794,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-fictophilia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2023-02-05-22.16.57-900x562_11zon.jpg","articleSection":["Trivia"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/64fef4d671df590f911406899fc23e86","name":"Adila V M","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1000084111-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1000084111-96x96.jpg","caption":"Adila V M"},"description":"A half-time writer, a full-time dreamer.","sameAs":["linkedin.com\/in\/adilavernias"],"url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/adilavernias\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101056"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533089"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101056"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101056\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":101058,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101056\/revisions\/101058"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/101057"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101056"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101056"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}